ACEH TAMIANG – Pagi di Kampung Suka Jadi, Kecamatan Karang Baru, Jumat (21/8/2026), menjadi saksi saat ratusan pasang tangan kembali menyentuh tanah tepian Sungai Tamiang area yang sempat dihantam bencana hidrometeorologi hebat akhir 2025 lalu. Di atas jejak abrasi dan luapan air itu, Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., bersama warga dan kader Partai Demokrat menanam 1.000 bibit pohon bambu dalam aksi Gerakan Langit Biru Indonesia Asri.
Bagi Pemkab Aceh Tamiang, aksi penghijauan ini bukan sekadar agenda seremonial rutin. Peristiwa bencana yang menguji ketabahan warga Bumi Muda Sedia memberikan pelajaran berharga bahwa alam memiliki batas toleransi, dan keberlanjutan masa depan daerah ditentukan oleh keberanian bertindak hari ini.
“Hari ini, kita tidak sekadar berkumpul atau menanam bibit tanaman. Kita sedang menyatukan niat dan mengambil langkah nyata demi masa depan ekosistem Aceh Tamiang,” tegas Bupati Armia di hadapan jajaran kader Partai Demokrat, Kepala SKPK, Forkopimcam Karang Baru, serta warga Kampung Suka Jadi.
Menurut Bupati Armia, penanaman bambu di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang merupakan strategi ekologis yang sangat taktis. Karakteristik perakaran serabut bambu yang rapat dan mengikat kuat tanah berfungsi optimal sebagai benteng vegetatif alami untuk menahan laju erosi, menyerap debit air, serta mencegah bahaya abrasi tanggul sungai.
Kegiatan yang diinisiasi DPC Partai Demokrat Aceh Tamiang dalam rangka menyambut HUT ke-25 Partai Demokrat ini turut dirangkai dengan aksi sosial bersih-bersih masjid dan pembagian paket sembako kepada warga setempat serta petugas kebersihan.
Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Tamiang, Nora Idah Nita, menegaskan bahwa aksi nyata di tingkat tapak ini merupakan wujud komitmen bersama untuk memulihkan kembali keseimbangan lingkungan sekaligus menggairahkan perekonomian masyarakat yang sempat terdampak banjir.
“Pohon bambu bukan hanya peneduh dan penahan erosi, tetapi ke depan memiliki nilai ekonomis bagi warga. Mari kita rawat pohon-pohon ini sebagaimana kita menjaga tanah kelahiran kita sendiri,” pesan Bupati Armia menutup sambutannya.
Simak berita dan artikel lainnya melalui saluran kami di Channel WhatsApp

Tinggalkan Balasan